Monthly Archives: April 2021

Barang Yang Banyak Diimpor Indonesia Apa Saja?

Impor memang menjadi salah satu kegiatan perdagangan yang banyak dilakukan oleh para pengusaha di Indonesia dari jaman dulu. Meskipun beberapa tahun belakangan ini karena dampak dari pandemi memang terjadi penurunan pada kegiatan impor di Indonesia.

Akan tetapi memang ada beberapa produk ataupun barang yang paling banyak diimpor di Indonesia pada saat ini meskipun sedang pandemi. Informasi ini menjadi satu informasi yang mungkin banyak dicari orang untuk keperluan bisnis atau usaha yang akan dijalani. Dan berikut ini kami akan coba jelaskan beberapa jenis barang yang paling banyak diimpor di Indonesia.

Barang Yang Mengalami Kenaikan Impor

Meskipun memang secara keseluruhan impor barang di Indonesia itu turun, akan tetapi ternyata kalau dilihat per barang tidak demikian. Ada beberapa jenis barang yang malah justru mengalami peningkatan impor di Indonesia di tengah penurunan dari nilai impor tersebut. Ada beberapa barang yang mengalami kenaikan impor, dan berikut ini kami akan jelaskan beberapa jenis barang tersebut.

  1. Biji, terak, dan abu logam mengalami peningkatan impor sebesar 36,5 juta Dollar dibandingkan bulan yang lalu
  2. Ada juga bahan kimia anorganik yang juga nilai impornya meningkat sebesar 30,5 juta Dollar dibandingkan bulan lalu
  3. Lalu terakhir ada impor kendaraan dan juga spare part dari kendaraan tersebut yang juga mengalami kenaikan sebesar 17,8 juta Dollar

Barang Yang Mengalami Penurunan Impor

Penurunan impor sendiri tentunya mempengaruhi terhadap beberapa barang yang diimpor yang jelas mengalami penurunan yang besar. Berikut ini beberapa barang impor yang mengalami penurunan yang drastis pada tahun ini yang terjadi di Indonesia.

  1. Barang pertama yang mengalami penurunan impor setelah adanya pandemi ini adalah mesin dan juga perlengkapan elektrik. Penurunan yang terjadi itu sebesar 200,9 juta Dollar
  2. Lalu ada juga impor ampas sisa makanan industri juga mengalami penurunan yang cukup signifikan juga lho. Nilai penurunan impor yang terjadi itu adalah sebesar 86,8 juta Dollar
  3. Terakhir ada kapal dan juga perahu yang impornya pun menurun dengan nilai yang cukup besar juga lho. Nilai penurunan impor dari kapal dan perahu ini adalah 74,5 juta Dollar

Daftar Barang Yang Banyak Diimpor Di Indonesia

Memang barang yang diimpor ke Indonesia sendiri bisa dibilang sangat beragam sekali dengan nilai dan juga nominal yang sangat beragam pula. Namun dari sekian banyak, tentunya ada beberapa jenis barang yang memang memiliki nilai impor yang paling besar di Indonesia. Bukan hanya nilai impor saja ya, akan tetapi juga jumlah atau kuantitas barang yang paling besar yang diimpor ke Indonesia.

Tidak banyak orang yang tahu mengenai persentase atau nilai impor dari beberapa barang yang termasuk terbesar di Indonesia. Berikut ini kami akan berikan daftar dari beberapa barang yang paling banyak diimpor di Indonesia.

  1. Peringkat pertama dari barang yang paling banyak diimpor di Indonesia itu adalah mesin dan juga peralatan mekanis. Nilai dari impor mesin dan peralatan mekanis itu adalah sekitar 1,77 miliar Dollar
  2. Peringkat yang kedua adalah Mesin dan perlengkapan elektrik yang memang juga banyak dibutuhkan di Indonesia. Nilai impor dari barang atau produk ini adalah 1,48 miliar Dollar
  3. Peringkat ketiga ada material besi dan juga baja yang seperti kita tahu banyak digunakan juga di Indonesia. Nilai impor dari material ini adalah 539,9 juta Dollar
  4. Peringkat keempat adalah plastik dan juga barang dari plastik, ini juga ada banyak sekali digunakan di Indonesia dan ternyata impor. Nilai impor dari produk ini adalah 532,3 juta Dollar lho
  5. Peringkat kelima adalah bahan kimia organik, nilai dari impor bahan ini adalah 386,3 juta Dollar
  6. Peringkat keenam sebagai barang yang paling banyak diimpor ke Indonesia itu adalah kendaraan dan juga spare part kendaraan tersebut. Nilai impor dari barang ini adalah 297,2 juta Dollar
  7. Peringkat ketujuh ada perangkat optik, fotografi, sinematografi dan medis yang nilainya bisa dibilang cukup besar. Nilainya adalah 257,6 juta Dollar

Alasan Pemerintah Impor Beras Saat Produksinya Naik

Indonesia sebagai negara agraris dan menjadi penghasil beras yang cukup besar masih mengambil kebijakan impor beras di tahun 2021 ini. Apalagi di tengah adanya proyeksi yang menunjukkan adanya peningkatan pada produksi beras di tahun ini. Pengambilan keputusan ini menuai pro dan kontra, di mana banyak yang mempertanyakan alasannya terutama di tengah proyeksi kenaikan produksi ini. Mari kita telah lebih dalam mengenai alasan dari pemerintah melakukan impor beras di tengah kemungkinan produksi dalam negeri akan meningkat.

Alasan Kebijakan Impor Beras Selalu Jadi Polemik

Sebelum masuk ke alasan dari pemerintah, memang beberapa tahun belakangan kebijakan impor beras itu selalu menjadi polemik. Banyak orang yang mempertanyakan keputusan pemerintah dalam impor beras dari tahun 2017 yang lalu sebenarnya. Dan ada beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa menjadi polemik di antara masyarakat dan juga para pakar di negara Indonesia ini. Berikut ini beberapa alasan yang biasanya menjadi faktor pendorong orang mempertanyakan kebijakan pemerintah dalam melakukan impor beras tersebut.

  1. Keakuratan Data

Hal yang pertama yang membuat banyak orang mempertanyakan alasan impor beras itu adalah soal keakuratan data yang tidak jelas. Ada beberapa perbedaan data yang sempat terjadi antara BPS dengan kementerian pertanian yang terjadi 2019 lalu. Sehingga pada masa itu dilakukan update data dengan metode baru yang membuat bisa terlihat data yang lebih akurat supaya tidak melakukan impor beras. Perbedaan data ini cukup signifikan, dan hal ini yang membuat banyak orang mempertanyakan kebijakan pemerintah tersebut.

  1. Proyeksi Kenaikan Produksi

Hal yang kedua adalah adanya proyeksi akan terjadi kenaikan produksi beras di dalam negeri, ini juga menjadi pemicu. Karena apabila terjadi surplus produksi maka seharusnya tidak perlu melakukan impor, karena akan mempengaruhi bagi petani juga. Oleh karena itulah kebijakan untuk melakukan impor beras ini menjadi satu polemik yang sangat besar di masyarakat. Karena adanya ketakutan surplus terlalu besar dan akhirnya petani pun jadi dirugikan karena hal tersebut.

  1. Waktu Impor

Hal ketiga adalah soal waktu melakukan impor beras tersebut, di mana sering sekali impor itu di waktu panen raya. Di mana seharusnya di waktu itu produksi dalam negeri bisa terserap secara maksimal dan biasanya selalu menghasilkan produksi yang besar. Berhubungan dengan proyeksi kenaikan yang sebelumnya, maka waktu impor ini menjadi satu polemik, karena seharusnya sudah bisa mencukupi kebutuhan. Kalau seandainya tidak di masa panen raya kemungkinan besar polemik yang terjadi tidak akan sebesar ini.

Alasan Pemerintah Tetap Impor Beras

Pemerintah pun mengungkapkan alasan tetap mengambil kebijakan untuk impor beras meskipun ada beberapa proyeksi kenaikan produksi. Salah satu alasan yang diutarakan itu adalah karena efek pandemi yang membuat adanya kekhawatiran stock pangan kurang. Takutnya di luar juga tidak ada dan di dalam pun kurang, sehingga akhirnya memutuskan untuk melakukan impor beras tersebut. Apalagi ada pemberian bantuan beras pada masyarakat yang membuat kebutuhan akan beras pun jadi semakin tinggi dari pemerintah.

Selain itu menurut penilaian pemerintah proyeksi peningkatan produksi pangan di dalam negeri pun masih belum masuk dalam kategori aman. Masih ada kemungkinan pasokan pangan itu menjadi terlalu ketat, sehingga akhirnya diambil kebijakan impor tersebut. Itulah beberapa alasan yang membuat pemerintah mengambil langkah impor beras meski proyeksi produksi naik.