Alasan Pemerintah Impor Beras Saat Produksinya Naik

By | April 7, 2021
Spread the love

Indonesia sebagai negara agraris dan menjadi penghasil beras yang cukup besar masih mengambil kebijakan impor beras di tahun 2021 ini. Apalagi di tengah adanya proyeksi yang menunjukkan adanya peningkatan pada produksi beras di tahun ini. Pengambilan keputusan ini menuai pro dan kontra, di mana banyak yang mempertanyakan alasannya terutama di tengah proyeksi kenaikan produksi ini. Mari kita telah lebih dalam mengenai alasan dari pemerintah melakukan impor beras di tengah kemungkinan produksi dalam negeri akan meningkat.

Alasan Kebijakan Impor Beras Selalu Jadi Polemik

Sebelum masuk ke alasan dari pemerintah, memang beberapa tahun belakangan kebijakan impor beras itu selalu menjadi polemik. Banyak orang yang mempertanyakan keputusan pemerintah dalam impor beras dari tahun 2017 yang lalu sebenarnya. Dan ada beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa menjadi polemik di antara masyarakat dan juga para pakar di negara Indonesia ini. Berikut ini beberapa alasan yang biasanya menjadi faktor pendorong orang mempertanyakan kebijakan pemerintah dalam melakukan impor beras tersebut.

  1. Keakuratan Data

Hal yang pertama yang membuat banyak orang mempertanyakan alasan impor beras itu adalah soal keakuratan data yang tidak jelas. Ada beberapa perbedaan data yang sempat terjadi antara BPS dengan kementerian pertanian yang terjadi 2019 lalu. Sehingga pada masa itu dilakukan update data dengan metode baru yang membuat bisa terlihat data yang lebih akurat supaya tidak melakukan impor beras. Perbedaan data ini cukup signifikan, dan hal ini yang membuat banyak orang mempertanyakan kebijakan pemerintah tersebut.

  1. Proyeksi Kenaikan Produksi

Hal yang kedua adalah adanya proyeksi akan terjadi kenaikan produksi beras di dalam negeri, ini juga menjadi pemicu. Karena apabila terjadi surplus produksi maka seharusnya tidak perlu melakukan impor, karena akan mempengaruhi bagi petani juga. Oleh karena itulah kebijakan untuk melakukan impor beras ini menjadi satu polemik yang sangat besar di masyarakat. Karena adanya ketakutan surplus terlalu besar dan akhirnya petani pun jadi dirugikan karena hal tersebut.

  1. Waktu Impor

Hal ketiga adalah soal waktu melakukan impor beras tersebut, di mana sering sekali impor itu di waktu panen raya. Di mana seharusnya di waktu itu produksi dalam negeri bisa terserap secara maksimal dan biasanya selalu menghasilkan produksi yang besar. Berhubungan dengan proyeksi kenaikan yang sebelumnya, maka waktu impor ini menjadi satu polemik, karena seharusnya sudah bisa mencukupi kebutuhan. Kalau seandainya tidak di masa panen raya kemungkinan besar polemik yang terjadi tidak akan sebesar ini.

Alasan Pemerintah Tetap Impor Beras

Pemerintah pun mengungkapkan alasan tetap mengambil kebijakan untuk impor beras meskipun ada beberapa proyeksi kenaikan produksi. Salah satu alasan yang diutarakan itu adalah karena efek pandemi yang membuat adanya kekhawatiran stock pangan kurang. Takutnya di luar juga tidak ada dan di dalam pun kurang, sehingga akhirnya memutuskan untuk melakukan impor beras tersebut. Apalagi ada pemberian bantuan beras pada masyarakat yang membuat kebutuhan akan beras pun jadi semakin tinggi dari pemerintah.

Selain itu menurut penilaian pemerintah proyeksi peningkatan produksi pangan di dalam negeri pun masih belum masuk dalam kategori aman. Masih ada kemungkinan pasokan pangan itu menjadi terlalu ketat, sehingga akhirnya diambil kebijakan impor tersebut. Itulah beberapa alasan yang membuat pemerintah mengambil langkah impor beras meski proyeksi produksi naik.